Bupati Bangli Tanamkan Nilai Kepahlawanan Pada Peringatan Hari Gugurnya Kapten Tni Anak Agung Gede Anom Mudita Di Tugu Makam Pahlawan Penglipuran

  • 20 November 2018
  • Pemerintahan
BUPATI BANGLI TANAMKAN NILAI KEPAHLAWANAN PADA PERINGATAN HARI GUGURNYA KAPTEN TNI ANAK AGUNG GEDE ANOM MUDITA DI TUGU MAKAM PAHLAWAN PENGLIPURAN

Selasa,(20/11) Upacara Peringatan gugurnya Kapten TNI Anak Agung Anom Mudita yang digelar pada pukul 08.00 wita di makam tugu Pahlawan Penglipuran, dihadiri dari jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah ( Forkopimda) Kab Bangli yang diikuti oleh Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), unsur TNI/Polri , Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pelajar se- kabupaten Bangli. 
Bupati Bangli Made Gianyar dalam sambutannya menyampaikan “ PAHLAWAN TIDAK MENUNTUT PENGHARGAAN KECUALI TETAP TEGAKNYA NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA”.ini disampaikan ,sebagai bentuk pesan kepada generasi muda untuk tetap memperkokoh persatuan dan kesatuan , membangkitkan semangat kebangsaan , menumbuh kembangkan nilai nilai kepahlawanan serta meningkatkan kecintaan pada tanah air dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Lebih lanjut disampaikan Made Gianyar, peringatan hari gugurnya Kapten TNI Anak Agung Gede Anom Mudita dapat dijadikan sebagai cermin atau refleksi tentang pengorbanan, keteladanan dan keteguhan untuk menggapai harapan masa depan dengan terus bekerja dan berkarya dalam rangka mewujudkan masyarakat yang adil dan sejahtera. Karena nilai kepahlawanan sejatinya tidak akan pernah usang atau lekang dimakan jaman, dan pada dasarnya setiap waktu dapat dijadikan pedoman serta direvitalisasi dari generasi ke generasi sepanjang masa sesuai perkembangan jaman. Untuk itu peringatan gugurnya Anak Agung Gede Anom Mudita selalu menjadi penting karena dapat digunakan sebagai barometer tentang seberapa kuat keyakinan kita terhadap nilai nilai kejuangan dari suatu proses kehidupan berbangsa dan bernegara.”ujarnya. 
Disela sela acara Bupati Made Gianyar menambahkan bahwa segala bentuk keteladanan perjuangan Kapten TNI Anak Agung Gede Anom Mudita diawali dari semangat untuk menimba ilmu secara terunut dan semangat menempuh pendidikan tidak pernah padam ketika masa sulit dijaman penjajahan. dan ketika setelah ilmu pengetahuan dikuasai kemudian diterapkan untuk bangsa ini, atas ketekunan dan keteguhan prinsip yang kuat dari beliau untuk mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia, hingga menjadi salah satu dari pahlawan bangsa dalam memperjuangkan kemerdekaan Republik Indonesia”ungkapnya.
menurut Bupati Made Gianyar, dijaman sekarang ini siapa saja bisa menjadi pahlawan , paling tidak menjadi pahlawan bagi dirinya sendiri, pahlawan bagi keluarganya,bangsa dan negara. namun tetap sebagai cermin kepanutan yang harus kita warisi adalah dari nilai nilai perjuangan pahlawan kita. Dan bagi generasi muda Made Gianyar menyerukan “ayo kita hormati, kita kobarkan api semangat dan api perjuangan kepahlawanan para pahlawan untuk menatap masa depan yang lebih baik, menjadi Kabupaten Bangli yang maju , rakyat sejahtera, berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 menjadi pondasi dalam menjalankan kehidupan berbangsa dan bernegara”tutupnya. 
Pada kesempatan itu pula dilaksanakan tabur bunga oleh Bupati Bangli yang diikuti oleh seluruh peserta upacara. sebagai tali kasih dari pemerintah Kabupaten Bangli, Bupati Made Gianyar menyerahkan secara simbolis bingkisan kepada Ketua Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Kab.Bangli A. a. Gde bagus Ardana dan Jro Pasek Jempiring (Istri Kapten A A Gede Anom Mudita) yang diterima Anak Agung Anom Suarcana. Dan turut berpartisipasi pada acara tersebut dari Yayasan Taman Hati, Yayasan Bunga Bali , Relawan Bali dan Yayasan Amara Bawana Sastra.

  • 20 November 2018
  • Pemerintahan

Berita Terkait Lainnya

Cari Berita