Bupati Made Gianyar Segera Perdakan Gumitir Sebagai Maskot Bangli.

  • 28 Januari 2019
  • Pemerintahan
BUPATI MADE GIANYAR SEGERA PERDAKAN GUMITIR SEBAGAI MASKOT BANGLI.

BANGLI-Protokol.
Bupati Bangli I Made Gianyar mengaku akan segera membuat Peraturan Daerah (Perda) untuk menjadikan Bunga Gumitir sebagai maskot Kabupaten Bangli. Hal ini disampaikan Bupati Made Gianyar usai menyaksikan uji coba perdana tari maskot Kabupaten Bangli “Sekar Gumitir” di Wantilan Desa Wisata Penglipuran, Senin (28/1). 
Lebih lanjut Bupati Made Gianyar menjelaskan, setelah sebelumnya gagal menjadikan Bunga Pucuk Bang dan Sandat sebagai maskot Kabupaten Bangli, karena kalah cepat dari kabupaten lainnya (Bunga Pucuk Bang dipakai Kabupaten Gianyar, Bunga Sandat dipakai Kabupaten Tabanan), kini Bupati Made Gianyar tidak mau kecolongan lagi. Setelah menyaksikan langsung uji coba Tari Sekar Gumitir dan berdiskusi dengan beberapa budayawan, ia mengaku tidak ragu menjadikan Bunga Gumitir sebagai maskot Kabupaten Bangli.
Ia mengatakan, selain memiliki warna yang indah, Gumitir juga memiliki makna yang mendalam. Selain melambangkan kesederhanaan, gumitir juga memiliki banyak manfaat, tahan lama, tidak mahal, dan yang tidak kalah penting, gumitir sangat cocok hidup didaerah sejuk seperti Kabupaten Bangli. 
Menurutnya, selain memiliki fungsi ekonomi, agama dan seni, Gumitir juga mempunyai nilai religius, kemuliaan, keindahan dan kemasyarakatan. Dengan memilih Bunga Gumitir sebagai maskot, ia berharap segala sesuatu yang baik dan berguna tidak sulit didapatkan di Kabupaten Bangli. “Setelah menyaksikan uji coba hari ini, satu kata, Bunga Gumitir sangat cocok untuk Maskot Kabupaten Bangli. Ini akan saya tidak lanjuti dengan Perda”terangnya. 
Ia menambahkan, Bunga Gumitir saat ini cukup trend dan hampir dikembangkan diseluruh wilayah di Bali. Karena memiliki nilai ekonomis dan multi fungsi, Bupati Made Gianyar juga berencana membuat pelatihan dupa menggunakan bahan baku Gumitir. Sehingga saat harga Gumitir murah, masyarakat bisa mengolah Gumitir untuk dijadikan dupa. “Saat murah, masyarakat bisa mengolah Gumitir menjadi bahan dupa. Jadi secara ekonomis ini sangat menguntungkan”pungkasnya.

  • 28 Januari 2019
  • Pemerintahan

Berita Terkait Lainnya

Cari Berita