Kembali Pemkab Bangli Restocking 230 Ribu Benih Ikan Di Danau Batur

  • 27 Mei 2019
  • Pemerintahan
KEMBALI PEMKAB BANGLI RESTOCKING 230 RIBU BENIH IKAN DI DANAU BATUR

BANGLI-Protokol.
Untuk melestarikan populasi ikan di Danau Batur, Pemerintah Kabupaten Bangli melalui Dinas Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (PKP) Kabupaten Bangli kembali melaksanakan restocking 230 ribu benih ikan di Demaga Kedisan, Desa Kedisan, Kecamatan Kintamani Bangli, Jumat (24/5). Acara ini juga dihadiri oleh Wakil Ketua DPRD Bangli I Komang Carles, Forkompinda Bangli dan pimpinan OPD dilingkungan Pemkab Bangli. 
Kepala Dinas PKP Kabupaten Bangli Wayan Sukartana mengatakan, tujuan dilaksanakan restocking hari ini adalah untuk mengembalikan ekosistem Danau Batur, khususnya populasi ikan akibat exploitasi yang berlebihan, disamping dampak dari siklus fenomena semburan belerang yang rutin terjadi setiap tahun. Sedangkan restocking 230 ribu benih ikan jenis nila hari ini, merupakan penebaran kedua yang dilaksanakan sepanjang tahun 2019, dengan total benih yang disebar mencapai 233 ribu ekor. “Sebelumnya kita juga melakukan penebaran 3000 benih ikan dengan jenis yang sama di Tukad Sangsang, dengan menggandeng himpunan Kristiani di Kabupaten Bangli”ujarnya.
Sedangkan benih ikan yang ditebar hari ini, lanjut Sukartana, merupakan hasil prodiksi benih Unit Pelayanan Terpadu Daerah (UPDT) Balai Benih Ikan (BBI) Sidembunut, milik Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Bangli. Dimana induk yang dikembangkan adalah jenis induk nila nirmala yang didatangkan dari Sukabumi.
Terkait dengan isu pencemaran Danau Batur, ia mengaku, pihaknya sedang melaksanakan kajian bekerjasama dengan Fakultas Perikanan Universitas Udayana (Unud) terkait dengan tata letak dan zonasi serta pengembangan KJA yang ramah lingkungan. Khusus untuk KJA ramah lingkungan, jelas dia, KJA ini akan didesign seindah mungkin, dengan penempatan tanamanan disekeliling KJA, serta dilengkapi dengan jaring ganda, sehingga bisa menampung sisa pakan dan kotoran ikan agar tidak langsung jatuh di danau. Ia menargetkan, KJA ramah lingkungan ini akan mulai dilaunching pada tahun 2020 mendatang. “KJA akan dimodifikasi seindah mungkin. Ada tanaman diatas KJA sehingga bisa mempercantik pemandangan danau batur dan jaring ganda yang berfungsi sebagai penyangga kotoran dan sisa pakan ikan. Kita yakin dengan konsep KJA yang ramah lingkungan dan tata letak zonasi, pencemaran Danau Batur akibat aktifitas KJA bisa diminimalisir”terangnya.
Ia juga mengatakan, untuk tetap menjaga kelestarian ekosistem Danau Batur, kedepan budidaya perikanan akan diarahkan pada pengembangan perikanan darat melalui program Pio Block bekerjasama dengan Kementerian Perikanan dan Kelautan Republik Indonesia. Menurutnya, Pio Block jauh lebih efektif dan efisien karena hanya menggunakan sarana ulatan besi yang dibentuk seperti sepiteng, yang diisi dengan plastik. Dalam program Pio Block ini, sirkulasi udara dalam air bisa diatur sedemikian rupa, sehingga sangat efektif untuk budidaya perikanan darat. “Kedepan di Bangli kita akan arahkan budidaya ikan melalui program Pio Block. Jika ini berhasil dilaksanakan, kita yakin pemanfaatan Danau Batur sebagai tempat KJA aja bisa teratasi”pugkasnya.

 

  • 27 Mei 2019
  • Pemerintahan

Berita Terkait Lainnya

Cari Berita