Arah Kebijakan Bidang Kesehatan

  • Dibaca: 603 Pengunjung

        Arah kebijakan Pemerintah Kabupaten Bangli, guna mewujudkan visi dan misi yaitu masyarakat Bangli yang sejahtera, salah satu indikatornya adalah meningkatnya derajat kesehatan masyarakat. Berdasarkan hal tersebut, arah pembangunan Kabupaten Bangli di bidang kesehatan adalah meliputi: meningkatkan cakupan dan mutu pelayanan kesehatan masyarakat terutama penduduk miskin; mengembangkan cara pelayanan kesehatan yang efektif dan efisien sehingga sesuai dengan keadaan setempat; mengembangkan cara penyelenggaraan pendidikan dan penyuluhan kesehatan yang sesuai dengan perkembangan teknologi dan informasi yang edukatif; menanamkan kebiasaan pola hidup bersih dan sehat, pola makan dengan gizi seimbang di lingkungan keluarga; serta meningkatkan upaya terpadu untuk makin menjamin kecukupan pangan dan perbaikan gizi masyarakat antara lain dengan mengarahkan pembangunan pertanian dan diversifikasi makanan. Peningkatan derajat kesehatan juga dilakukan melalui kegiatan olahraga yaitu melalui meningkatkan dan memasyarakatkan sejak dini olahraga, melalui pendidikan di sekolah dan di luar sekolah guna meningkatkan kesegaran jasmani. Sejalan dengan itu, ditingkatkan pula fasilitas olahraga yang terjangkau oleh kemampuan ekonomi masyarakat.

Mengingat kesehatan merupakan salah satu indikator penting dalam upaya meningkatkan kualitas pembangunan manusia (Human Development Indeks), maka kebijakan pembangunan kesehatan di Kabupaten Bangli untuk tahun 2011-2015 diarahkan pada :

  • Meningkatakan kualitas dan pemerataan pelayanan kesehatan kepada seluruh warga Kabupaten Bangli sesuai Standar Pelayanan Minimal (SPM) dengan memberikan pelayanan Jamkesmas kepada masyarakat miskin sementara kepada masyarakat lainnya diberikan JKBM;
  • Meningkatan manajemen tata kelola RSUD menuju BLU (Badan Layanan Umum).
  • Meningkatkan dan pengembangan sarana dan prasarana rumah sakit, puskesmas, posyandu sebagai sentral pelayanan kesehatan; termasuk dokter specialis guna memberikan pelayanan yang optimal dan merata bagi masyarakat.
  • Meningkatkan status gizi masyarakat, terutama bagi masyarakat miskin renta, seperti bayi, balita, ibu hamil, ibu menyusui, dan lansia;
  • Mewujudkan SDM tenaga kesehatan yang handal dan profesional sehingga mampu mengadopsi teknologi-teknologi baru di bidang kedokteran;
  • Meningkatkan mutu lingkungan sehat dan terhindar dari penyakit menular dan penyakit tidak menular.
  • Membina dan memberdayakan keluarga kecil yang bahagia dan berkualitas.

        Melalui kebijakan pembangunan kesehatan ini diharapkan kebutuhan kesehatan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang bermutu dan terjangkau dapat terpenuhi, di samping meningkatnya derajat kesehatan masyarakat yang tercermin dari bertambahnya umur harapan hidup, menurunnya angka kematian bayi dan ibu melahirkan, menurunnya prevalensi gizi kurang pada anak balita, dan meningkatnya mutu sumber daya manusia tenaga kesehatan.

  • Dibaca: 603 Pengunjung