Arah Kebijakan Bidang Lingkungan Hidup

  • Dibaca: 693 Pengunjung

      Sumber daya alam dan lingkungan hidup (SDA dan LH) sangat penting dalam pembangunan di Kabupaten Bangli, baik sebagai penyedia bahan baku bagi pembangunan ekonomi maupun sebagai pendukung sistem kehidupan. SDA dan LH perlu dikelola dengan bijaksana agar pembangunan serta keberlangsungan kehidupan manusia dapat terjaga dan lestari saat ini dan di masa yang akan datang. Adanya kepentingan ekonomi yang berorientasi jangka pendek serta lonjakan jumlah penduduk akan berimplikasi pada meningkatnya kebutuhan akan sumber daya alam untuk bahan baku industri maupun konsumsi. Peningkatan kebutuhan tersebut dapat berakibat pada peningkatan pemanfaatan sumber daya alam, yang pada akhirnya akan menurunkan daya dukung dan fungsi dari lingkungan hidup serta kerusakan sumber daya alamnya. Akibat terjadinya degradasi lingkungan hidup ini sudah mulai dirasakan, terutama timbulnya permasalahan pemenuhan kebutuhan pangan, dan kebutuhan akan sumber daya air.

      Arah kebijakan pembangunan bidang lingkungan hidup secara nasional sesuai amanat RPJMN 2010 -2014 adalah dilaksanakan untuk dapat mencegah dan mengantisipasi akibat yang ditimbulkan oleh kegiatan- kegiatan pembangunan dan pemanfaatan sumber daya alam. Bentuk-bentuk nyatanya adalah meningkatnya kasus pencemaran lingkungan dan penurunan daya dukung lingkungan. Di antaranya diakibatkan oleh laju pertumbuhan penduduk, pembangunan infrastruktur, industrialisasi, pola kehidupan yang konsumtif, lemahnya penegakan hukum, serta belum optimalnya kapasitas sumber daya manusia.

      Untuk mewujudkan lingkungan hidup yang berkelanjutan sesuai dengan Visi lingkungan hidup Kabupaten Bangli yang Clean, Green, Moving and Lovely, maka arah kebijakan yang ditempuh adalah pelestarian fungsi lingkungan hidup dan atau pelestarian lingkungan hidup, melalui:

  • pengendalian dan pemantauan pencemaran pada air, lahan, udara, dan keanekaragaman hayati (kehati);
  • perbaikan kerangka regulasi dan peningkatan upaya penegakan hukum lingkungan secara konsisten;
  • perbaikan kualitas lingkungan melalui upaya rehabilitasi dan konservasi serta pemanfaatan teknologi yang ramah lingkungan;\
  • penataan dan pengelolaan lingkungan yang harmonis dari hulu ke hilir sebagai upaya mempertahankan Bangli sebagai kawasan resapan air;
  • peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan penguatan institusi pengelola lingkungan hidup;
  • peningkatan kesadaran dan partisipasi masyarakat;
  • pengembangan penelitian pengelolaan lingkungan; dan
  • pengembangan sumber-sumber pendanaan lingkungan alternatif.




















     
  • Dibaca: 693 Pengunjung