Selamat Datang di Kabupaten Bangli

  • 28 April 2012
Selamat Datang di Kabupaten Bangli

Bangli adalah kota yang bersih dan rapi serta banyak memiliki sejumlah pura yang menarik antara lain Pura Kehen yang merupakan pura terbaik di Timur Bali. Bangli mudah dicapai dengan kendaraan umum karena terletak pada jalan raya antara terminal Batubulan di Denpasar dan obyek wisata Gunung Batur. Kabupaten Bangli merupakan satu-satunya Kabupaten di Provinsi Bali yang tidak mempunyai wilayah laut, namun demikian Kabupaten Bangli menyimpan sejumlah potensi seperti keindahan panorama Gunung dan Danau Batur yang terletak di Kecamatan Kintamani.

Di bagian Selatan sekitar 6 km dan kota Bangli, di Desa Taman Bali terdapat sebuah air terjun disebut Air terjun Dusun Kuning karena letaknya di Desa Dusun Kuning. Air terjun ini berada di ketinggian 25 meter di atas permukaan Sungai Melangit yang mengalir ke arah Selatan. Lokasi ini dapat dicapai dengan beragam jenis transportasi dan dari desa kecil ini dapat ditempuh dengan berjalan kaki sejauh 500 meter. Daerah yang dingin dengan udara yang sejuk dikombinasi dengan hijaunya dedaunan meningkatkan pesona air terjun alami. Dan tidak jauh dari tempat ini terdapat hutan yang dihuni oleh ratusan kera.

Gunung Batur hingga saat ini masih aktif dengan ketinggian 1.500 meter dari permukaan laut. Untuk mencapainya membutuhkan waktu kurang lebih satu jam perjalanan dari Denpasar. Dua letusan terjadi pada tahun 1917 dan 1926 serta tahun 1994. Di kaki gunung terdapat danau Batur yang memberikan suasana pemandangan yang menakjubkan. Kegiatan hiking menuju puncak kurang lebih 3 jam untuk menyaksikan Gunung Agung Rinjani.

Pada umumnya wisatawan yang mengunjungi Gunung Batur berkumpul di Penelokan yang berada di pinggir kawah Gunung Batur. Kawah Gunung Batur sangat luas yang berbentuk danau dinamakan Danau Batur. Dari Penelokan wisatawan dapat menikmati panorama puncak Gunung Batur dan Danau Batur yang berada di bawahnya.

Untuk sampai ke tepi danau, dari Penelokan wisatawan harus menuruni bumit dengan jalan yang terjal, berbatu dan berpasir hingga sampai ke desa Kedisan yang berada di tepi danau. Pemandangan di Penelokan ini sangat mengesankan dan wisatawan dapat menikmati panorama alam sambil makan siang di beberapa restauran yang terdapat di sini. Selain Penelokan masih banyak tempat lain yang dapat Anda singgahi di kawasan obyek wisata Gunung Batur antara lain: Kedisan, Desa Batur, Penulisan, Buahan Trunyan, Kuban, Toya Bungkah dan Songan.

Toyobungkah termasuk wilayah Desa Batur, terletak di kaki Gunung Batur atau dipinggir Barat Danau Batur yang jaraknya kurang lebih 6 km dari Desa Kediaman. Merupakan sumber mata air panas alam yang sehari-harinya dimanfaatkan untuk merendam badan karena dianggap dapat menyembuhkan penyakit khususnya penyakit kulit. Desa terbesar yang terletak di pinggir Danau Batur ini menjadi titik awal bagi wisatawan yang akan mendaki ke puncak Gunung Batur. Pendakian biasanya dilakukan pada pagi buta agar dapat sampai di puncak pada saar udara masih cerah sehingga pandangan menjadi jelas.

Jika wisatawan ingin berendam di pemandian yang agak tertutup maka dapat pergi ke Tirta Sanjiwani Hot Springs Complex. Berendam di pemandian ini sangat menyenangkan dan sekaligus dapat menghilangkan pegal-pegal badan khususnya bagi mereka yang baru pulang mendaki ke puncak Gunung Batur.

Dari ketinggian Penelokan wisatawan dapat melihat dari kejauhan di ujung Danau Batur, di bawah bukit terjal, sebuah desa yang dinamakan Desa Trunyan yang dihuni oleh masyarakat Bali Aga yang merupakan penduduk asli Bali sebelum kedatangan orang-orang Majapahit.

Di dekat Trunyan, di Kuban, terdapar komplek pemakaman urang Bali Aga yang hanya dapat dicapai dengan perahu motor. Masyarakat Trunyan tidak membakar atau menguburkan mayat anggota masyarakat yang meninggal, tetapi hanya diletakkan di dalam sebuah kurungan bambu, mayat itu akan hancur dengan sendirinya, namun anehnya tidak menyebarkan bau busuk.

Di wilayah Bangli ini juga dikenal dengan desa wisata Panglipuran yang letaknya di atas ketinggian 700 meter dari permukaan laut. Berasal dari kata Penglipuran yang berarti relaksasi karena sejak jaman kerajaan sudah menjadi tempat peristirahatan.

  • 28 April 2012

Artikel Lainnya

Cari Artikel