Buka Dharma Shanti Santi Nyepi, Bupati Made Gianyar Ucap Syukur.

  • 20 Maret 2018
  • Budaya
BUKA DHARMA SHANTI SANTI NYEPI, BUPATI MADE GIANYAR UCAP SYUKUR.

BANGLI-protokol
Darma Shanti merupakan media umat sedharma untuk dapat berkumpul dan saling mengucap maaf, menjalin kebersamaan, serta membangun hubungan simakrama yang lebih baik, sehingga tercipta keharmonisan antara bhuana alit dan bhuana agung demi terciptanya dunia yang damai dan ajeg. Hal ini disampaikan Bupati Bangli I Made Gianyar, SH.,M.Hum, saat pelaksanaan Dharma Shanti Nyepi Tahun Caka 1940 di Halaman Kantor Bupati Bangli, Selasa (20/3). Acara ini juga dihadiri oleh Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda), Wakil Ketua DPRD Kab Bangli I Komang Carles, Sekda Kab.Bangli Ir.Ida Bagus Gd Giri Putra, MM, Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), sulinggih, Perbekel, Bendesa dan perwakilan antar umat beragama yang ada di Kabupaten Bangli. Pada kesempatan tersebut, Bupati Made Gianyar juga menyerahkan punia kepada seluruh sulinggih.
Lebih lanjut Bupati Made Gianyar menyampaikan, tujuan pelaksanaan Dharma Shanti adalah untuk mengungkapkan rasa syukur kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa, karena telah dianugrahi kedamaian di hati dan di dunia, dengan jalan kebenaran sehingga dapat berkarya dengan baik. Untuk itu ungkapan rasa angayubagia dan terima kasih sangat perlu disampaikan kepada Ida Sulinggih, Dane Jero Gede, Jero mangku, Pinandita dan Warga masyarakat Bangli bahwa dengan spirit, dukungan dan doanya, pembangunan di Kabupaten Bangli telah berjalan dengan lancar.
Disamping itu, sambung dia, tujuan utama dari pelaksanaan Dharma shanti Nyepi adalah untuk meningkatkan rasa kekeluargaan, gilik saguluk sesama umat Hindu di Bangli dan dalam menjalin kerukunan antar umat beragama yang ada di Kabupaten Bangli, untuk mewujudkan Bangli yang Gita Shanti.
Bupati Made Gianyar juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Bangli, karena pelaksanaan Nyepi caka 1940 dapat berjalan dengan baik tanpa ada gangguan sedikitpun. Bupati juga mengajak seluruh masyarakat Bangli untuk mencari kebahagiaan dengan jalan dharma. “Ayo cari kebahagiaan dan isi hari hari kita dengan nilai-nilai yang positif yang diajarkan oleh agama”serunya.
Sementara itu Panitia penyelenggara Jero Penyarikan A. Widata, S.Ag.,M.Ag, menyampaikan, Dharma Shanti ini dirangkaikan dengan umat Hindu dalam menyambut tahun baru caka 1940 dan Hari Raya Nyepi pada bulan Chaitra (sasih kesanga ) setiap tahun sekali. Jero Widata mengatakan, Dharma Shanti dapat dilaksanakan sesuai dengan keperluan situasi dan relevansinya dengan kegiatan upacara keagamaan dan kemasyarakatan. Jelas dia, Dharma Shanti adalah media untuk saling memaafkan dengan hati dan pikiran yang suci, serta ucapan yang tulus dan iklas. Dengan tujuan tersebut, masing-masing pihak secara sadar dan dengan segala keterbukaan serta kejernihan hati, menghapuskan kekilafan dan kealfaan diantara sesama.”tutupnya.

  • 20 Maret 2018
  • Budaya

Berita Terkait Lainnya

Cari Berita