Bupati Made Gianyar Buka Pembinaan Sumber Daya Manusia (sdm) Pertahanan Negara Provinsi Bali

  • 17 April 2018
  • Pemerintahan
BUPATI MADE GIANYAR BUKA PEMBINAAN SUMBER DAYA MANUSIA (SDM) PERTAHANAN NEGARA PROVINSI BALI

Dalam upaya meningkatkan rasa nasionalisme kebangsaan dan bela negara dikalangan generasi muda, Selasa (17/4) di gelar acara Pembinaan sumber daya manusia (SDM) pertahanan negara provinsi bali. Acara yang dipusatkan di Gedung BMB Kabupaten Bangli di hadiri oleh Bupati Bangli, Perwakilan dari Kementerian Pertahanan RI, Polres Bangli, Kodim 1626 Bangli, Kejaksaan Negeri Bangli, Kepala Badan Kesbang Polllinmas Kab Bangli, OPD Terkait dan Siswa SMK/SMA. Dengan Materi peningkatan Pemahaman sumberdaya pertahanan negara. 
Perwakilan Kementerian Pertahanan RI Kolonel Inf. Ketut Budiastawa S.Sos. M.Si menyampaikan adanya kecenderungan degradasi moral dan rendahnya rasa kebangsaan yang terjadi di tengah tengah generasi muda akhir-akhir ini merupakan dampak dari era globalisasi, yang harus menjadi perhatian bangsa khususnya generasi muda utamanya para siswa yang mana harus ditanamkan nilai-nilai kedisiplinan dan pemahaman sebagai pilter dan benteng dalam menghadapi derasnya pengaruh global. Mewujudkan hal tersebut kesadaran akan sikap dan prilaku belanegara merupakan bagia dari upaya penguatan sikap karakter dan jatidiri bangsa, oleh karena itu pembinaan sumber daya manusia dalam pertahanan keamanan dan bela negara di implementasikan melalui kegiatan lomba parade cinta tanah air 2018. Dimana kegiatan ini bertujuan untuk negara kesatuan pancasila melalui generasi muda yang berwawasan kebangsaan dan memiliki kesadaran sikap dan prilaku yang menjunjung tinggi nilai nilai Kebangsaan Bhineka Tunggal Ika dan NKRI. Dalam kegiatan lomba nanti tidak serta merta hannya mencari pemenang/juara, akan tetapi bagaimana peserta kedepan diharapkan mampu menyebar luaskan nilai-nilai bela negara sekaligus menjadi panutan dalam membangun di daerahnya masing-masing, agar negara Indonesia bisa menjadi negara yang lebih baik . “dalam usia yang masih muda banyak hal yang bisa dilakukan untuk mewujudkan rasa cinta pada tanah air Indonesia” tambahnya. 
Sementara itu Bupati Bangli Made Gianyar menyampaikan pada era globalisasi yang ditandai dengan perkembangan dan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, komunikasi dan informasi yang sangat mempengaruhi pola dan bentuk ancaman terhadap kedaulatan Negara saat ini sangatlah komplek dan multimensional baik itu ancaman militer non militer maupun ancaman Hibrida. Untuk ancaman non militer bisa berdimensi ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, keselamatan umum, teknologi dan berupa agresi dan non agresi. Untuk menhadapi ancaman yang semakin beragam indonesia perlu menata kembali kekuatan pertahanan sebagai antisipatif, salah satunya adalah dengan menata dan membangun sumber daya nasional kususnya manusia sebagai komponen cadangan dan pendukung. Komponen yang bekualitas akan menyokong negara untuk mencapai kesejahteraan terjaminnya rakyat, selain itu kemampuan mengelola komponen cadangan dan komponen pendukung perlu ditunjang oleh sarana dan prasarana infrastruktur yang memadai sebagai upaya untuk menyokong proses tersebut. Salah satunya adalah untuk tetap memberikan pendidikan kewarganegaraan yang berkelanjutan sejak dini. “Pendidikan belanegara tersebut tertanam menjadi hal yang sistematik pada rakyat yang akan membentuk pola pikir, pola sikap dan perilaku warga negara yang berkualitas yang dilandasi oleh kesadaran bela negara yang tinggi” tambahnya. Pertahanan negara di zaman era globalisasi yang semakin berkembang menjadi perhatian khusus bagi Bangsa Indonesia dimana goncangan terhadap stabilitas Negara semakin mengancam persatuan dan kesatuan Bangsa, oleh karena itu dibutuhkan kewaspadaan nasional dengan meningkatkan rasa persatuan dan kesatuan Bangsa yang tinggi.

Protokol KKP,

  • 17 April 2018
  • Pemerintahan

Berita Terkait Lainnya

Cari Berita