Study Komperatif Bersama Kepala Desa Dan Kaur Pembangunan Desa Se-kabupaten Bangli Ke Desa Ponggok Kabupaten Klaten Jawa Tengah .

  • 26 April 2016
  • Umum
Study Komperatif bersama Kepala Desa dan Kaur Pembangunan Desa se-Kabupaten Bangli ke Desa Ponggok Kabupaten Klaten Jawa Tengah .
Dalam upaya peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) yg berada di Desa, Pemerintah Kabupaten Bangli mengadakan study komperatif ke daerah Jawa Tengah tepatnya di Desa Ponggok Kabupaten Klaten Senin, 25 April 2016. Hal ini merupakan hasil akhir dari pelaksanaan diklat Kelembagaan dan Aparatur Pemerintah Desa yg dilaksanakan dari tanggal, 28 Maret sampai dengan 12 April 2016 kemarin yang dilaksanakan di SKB Kayuambua. Dan unutuk melihat secara langsung perbandingan dari penerapan peraturan perundang-undangan yang dilakukan di daerah lainya terutama dalam pengelolaan keuangan Desa serta mencari ide-ide inspiratif dalam usaha memajukan BUMDes. Dalam Kunjungan kali ini Bupati Bangli beserta rombongan diterima oleh Asisten Pemerintahan Umum Kabupaten Klaten Drs. Bambang Sigit Sinugroho, MM. yang menyambut baik maksud dan tujuan dari kedatangan Rombongan kepala Desa dan Kaur se Kabupaten Bangli yang dipimpin langsung oleh Bupati Bangli I Made Gianyar, SH.M.Hum. yang selanjutkan dipaparkan oleh Kepala Desa Ponggok.
Dalam pemaparannya Kepala Desa Ponggok Junaedhi Mulyono,SH. mengatakan upaya membangun BUMDes ini sangat membutuhkan keteguhan serta jiwa fighter karena kebanyakan masyarakat tidak tau dan tidak mengerti apa kebihan dan keuntungan dari BUMDes itu sendiri. dilanjutkannya BUMDes Desa Ponggok berdiri tahun 2008. Junaedhi mengatakan bahwa sebelum kami melakukan program-program Desa kami terlebih dahulu membangun pilar-pilar yang kokoh yakni membangun kerukunan dan gotong royong serta kebudayaan yang kami yakini akan bisa membuat pondasi kuat dalam membangun sebuah desa yg makmur. Untuk dana BUMDes itu sendiri kami memakai sistem jual beli saham yg dimana 50% dikuasai oleh Desa, 30% oleh BUMDes dan 20% dijual kemasyarakat yang mau menanamkan modalnya di BUMDes, setiap kepala keluarga menanamkan sahamnya minimal 100.000 dan maksimal 5 juta rupiah. Hal ini ditujukan agar warga masyarakat ikut merasa memiliki BUMdes tersebut. Usaha BUMdes kami terdiri dari dua sektor yakni Sektor Riil dan Sektor Keuangan. Sektor Riil  bergerak dibidang  Pariwisata (umbul Ponggok), Pengelolaan Air Bersih (PAB), penyewaan kolam ikan, Penyewaan kios kuliner dan toko, Persewaan Mobil dan Sektor Keuangan bergerak dibidang Pinjaman bergulir bagi warga miskin melalui UPK PNPM Mandiri perkotaan dan Pinjaman modal untuk warga ekonomi menengah. Dari BUMdes tersebut yg paling tinggi omsetnya adalah BUMDes TIRTA Mandiri yng bergerak dibidang pariwisata yang rata-rata omsetnya 1 M per bulan terangnya. Dalam upaya membangun BUMDes ini kami memiliki komitmen yakni " kami hanya memiliki dua tangan yang akan kami gunakan untuk menutup telinga kami bukan untuk menutup mulut warga yg tidak setuju dengan program kami" agar kami bisa pokus bekerja sesuai dengan perencanaan yg telah kami buat dan alhamdulilah sekarang warga kami telah hidup sejahtera tekanya.  dari BUMDes ini juga kami telah mendaftarkan semua warga kami yang tidak memiliki jaminan kesehatan ke BPJS serta kami juga menyantuni warga kami yang cacat dan kurang mampu setiap bulannya sebesar 300.000 dan memberikan beasiswa bagi warga kami yg mau melanjutkan kuliah pungkasnya.
Menanggapi hal ini Bupati Bangli I Made Gianyar sangat mengapresiasi hal tersebut, Bupati berharap agar apa yang diperoleh di Desa Ponggok ini bisa diaplikasikan di masing-masing Desa yang ada di Bangli sesuai dengan potensi Desanya. Bupati juga berharap agar Study Komperatif kali ini para Kepala Desa dan Kaur pembangunan Desa bisa mendapatkan Sifat-sifat Winer dan sifat-sifat driver bukan sifat sebagai passenger  (penumpang) atau sifat User yang suka mengeluh saja yang selalu memiliki alasan jika mengalami kegagalan dalam menjalankan program pemerintah tegasnya. dalam waktu dekat Bupati juga akan mengumpulkan 26 Desa wisata agar bisa mendirikan BUMDes yang bergerak dibidang pariwisata seperti yang ada di Desa Ponggok ini imbuhnya.

 
  • 26 April 2016
  • Umum

Berita Terkait Lainnya

Cari Berita