Cerita Pilu Wayan Tami, Bupati Made Gianyar Ajak Masyarakat Lebih Peka Terhadap Orang Miskin

  • 23 Desember 2016
  • Umum
Cerita Pilu Wayan Tami, Bupati Made Gianyar Ajak Masyarakat Lebih  Peka Terhadap Orang Miskin
BANGLI.
 
Berbicara kemiskinan, tentu selalu ada cerita yang tiada habisnya. Seperti kondisi hidup memprihatikan yang dialami Ni Wayan Tami (52) bersama anaknya I Wayan Suarma (13) warga Desa Pengotan, Bangli yang sejak belasan tahun tinggal berdua di gubuk reot di lembah perbatasan Dusun Penyebeh dan Dusun Padpadan Desa Pengotan. Namun semenjak diekspos media beberapa waktu lalu, kehidupan Wayan Tami sudah sedikit berubah karena uluran tangan dan bantuan pemerintah dan masyarakat sudah mulai mengalir.
 
“Kita senang Wayan Tami dan sang anak Wayan Suarma kini tidak lagi tinggal di gubuk reot. Kini mereka sudah punya rumah yang layak huni. Yang perlu kita lakukan sekarang adalah memperhatikan pendidikan Wayan Suarma dan kesehatan mereka berdua”Kata Bupati Bangli I Made Gianyar yang didampingi sang istri Ny. Erik Gianyar dan istri Wakil Bupati Bangli Ny. Sariasih Sedana Arta, istri Sekda Bangli Ny. Giri Putra serta sejumlah pejabat terkait saat berkunjung kerumah Wayan Tami, Jumat (23/12).  Pada kesempatan itu Bupati Made Gianyar juga menyerahkan bantuan kemanusiaan ASN untuk orang miskin kepada Wayan Tami.
 
Melihat kondisi kehidupan Wayan Tami dan sang anak yang serba keterbatasan membuat Bupati Made Gianyar sangat tersentuh. “Mereka berdua sangat tabah dan kuat. Meski hidup seperti dalam pengasingan. Untuk mencapai rumah saja, mereka harus betarung melawan jalanan yang tidak beraspal, diselimuti lumpur yang dalam. Sekitar 500 meter berjalan dari jalan raya, satu pun tidak ada bangunan tempat tinggal. Kanan kiri jalan hanya dipenuhi pohon bambu yang menjulang tinggi dan tanpa adanya aliran listrik. Kita sangat sedih melihat ada  warga yang kehidupannya memprihatikan seperti ini”ujarnya.
 
Melihat kondisi ini Bupati Made Gianyar pun sempat menawarkan agar Tami dan anaknya ikut dengannya tinggal di Bangli. “Kalau mereka mau, saya ingin mengajak mereka berdua tinggal di Bangli. Kasihan mereka tinggal berdua seperti dipengasingan. Namun apa daya mereka menolak. Ini rumah kami, meskipun jelek kami ingin tinggal disini”jelas Made Gianyar mengulang kembali apa yang dikatakan Wayan Tami.
 

Lebih lanjut Bupati Made Gianyar mengatakan, pengentasan kemiskinan tentu bukan perkara mudah bagi pemerintah tanpa adanya dukungan dari masyarakat. Cerita kehidupan Wayan Tami pun menjadi bukti bahwa masih ada warga Bangli yang luput dari pandangan. Oleh karenanya Bupati Made Gianyar meminta, keluarga terdekat dan warga disekitar lebih peka terhadap lingkungan disekitar. “Kita bukan ingin melempar masalah, pemerintah kan tidak mungkin tahu semua orang miskin. Kita ingin masyarakat lebih peka dan peduli lingkungan sekitar. Khususnya menyangkut keberadaan orang miskin”pungkasnya.

  • 23 Desember 2016
  • Umum

Berita Terkait Lainnya

Cari Berita