Tradisi Pemakaman Di Desa Terunyan

Tradisi Pemakaman di Desa Terunyan

Salah satu tradisi yang menarik untuk disaksikan adalah penguburan di Desa Terunyan, Bali.

Terunyan adalah nama desa di Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali. Jika ingin berkunjung, Anda bisa datang ke sebelah timur tepi Danau Batur. Jalan darat dari Penelokan, Kintamani, hanya sampai di Desa Kedisan. Dari Kedisan, Anda harus melanjutkan perjalanan ke Desa Terunyan dengan menyeberang Danau Batur.

Jika menggunakan perahu bermotor, waktu yang dihabiskan untuk menyeberang Danau Batur adalah sekitar 45 menit. Sedangkan bila menggunakan perahu lesung yang masih berdayung, Anda bisa menghabiskan waktu sekitar 2 jam. Letaknya yang agak terpencil inilah yang mengharuskan Anda sedikit berjuang untuk mencapainya.

Meski demikian, semua perjuangan Anda untuk mencapai Desa Terunyan akan terbayar begitu tiba. Desa ini memiliki hawa yang sejuk dan pemandangan desa agraris. Suhu di Desa Terunyan bisa mencapai rata-rata 17 derajat Celcius, bahkan bisa turun hingga 12 derajat Celcius. Jadi, jangan lupa membawa baju tebal ya saat berlibur di tempat ini.

Selain tempatnya yang masih asri, daya tarik lain dari Desa Terunyan adalah tradisi pemakamannya. Di desa ini, Anda bisa melihat tradisi pemakaman yang unik dan menarik yang tidak ada di tempat lain. Jenazah tidak dikuburkan tetapi hanya dipagari dengan bambu anyam secukupnya.

Desa Terunyan memiliki tiga jenis kuburan. Masing-masing kuburan diperuntukkan tiga jenis kematian yang berbeda. Seseorang yang meninggal secara wajar, jenazahnya akan ditutup dengan kain putih, disiapkan upacara, dan diletakkan tanpa dikubur di bawah pohon taru menyan. Nama tempat peletakkan jenazah ini adalah Sema Wayah. Cara pemakaman tanpa menguburnya dikenal dengan sebutan mepasah. Jadi, jenazah hanya diletakkan di atas tanah dan dibiarkan di udara terbuka.

Untuk orang yang meninggal karena hal yang dianggap tak wajar, seperti dibunuh dan bunuh diri, maka jenazahnya akan diletakkan di lokasi yang bernama Sema Bantas. Di Sema Bantas, penguburan dilakukan dengan penguburan atau dikebumikan. Biasanya ini dilakukan pada orang yang memiliki cacat tubuh, seperti dibunuh, bunuh diri, atau kecelakaan. Untuk anak kecil yang gigi susunya belum tanggal juga dikenakan penguburan ini.

Selain Sema Wayah dan Sema Bantas, ada lagi tempat yang bernama Sema Muda. Tempat ini adalah tempat khusus untuk mengubur bayi dan anak kecil, atau warga dewasa tetapi belum menikah. Teknik pemakamannya bisa mepasah atau pun penguburan.

Anda pun bisa melihat pemakaman tradisional ini secara langsung. Tertarik? Langsung saja datang ke Desa Terunyan di sisi timur Danau Batur.

 

sumber : travel.detik.com

Pariwisata Terkait Lainnya

Cari Pariwisata