Air Terjun Tibumana

  • 22 Juni 2017
Air Terjun Tibumana

 

Ada destinasi wisata baru berupa air terjun yang belum banyak terekspos yang bisa menjadi alternatif saat berlibur.

Namanya air terjun Tibumana.

Sebuah objek wisata yang bertempat di Banjar Bangun Lemah Kawan, Desa Apuan, Kecamatan Susut, Bangli, Bali.

Suasananya begitu asri. Alamnya pun masih sejuk dan hijau.


Jalan menuju Air Terjun Tibumana di Bangli Bali, melewati tangga kayu dan jalanan setapak yang licin

Senyum ramah warga lokal akan selalu terpancar saat pengunjung datang.

"Cuma Rp 5.000," begitu kata sejumlah pemuda dengan ramah berjaga di pintu masuk.

Setelahnya, mereka mengarahkan Tribun Bali mengikuti jalan yang sudah diaspal.

Untuk sampai di lokasi, puluhan anak tangga harus dituruni.

Jalan yang sedikit terjal sementara ini dibuatkan tangga dari kayu.

Namun lelah tersebut akan terbayar saat pengunjung tiba di lokasi.

Ada dua air terjun kembar setinggi 20 meter.

Airnya deras mengguyur.

Terjunnya pun senada.

Di sana, sejumlah anak muda dan keluarga tampak sibuk berfoto mengabadikan momen.


Hati-hati dengan medan ekstrim menuju Air Terjun Tibumana yang licin, naik turun, berbatu dan kadang tanah becek berair 

"Setiap minggu pagi kami gotong royong. Ya memungut sampah plastik dan botol-botol minuman itu. Mohon jaga bersama agar tempat ini tetap bersih," harapnya.

Tebing yang diselimuti lumut hijau, air terjun berwarna jernih serta tibu (palung sungai yang dalam) berwarna biru menjadi perpaduan yang menarik.

Ini bisa dilihat setelah pengunjung mengambil foto.

Namun di balik keindahan tersebut, pengunjung juga diingatkan untuk berhati-hati.

Di sisi kiri, terlihat tumpukan tanah bekas longsor.

Peringatan pun akhirnya dipajang agar membuat pengunjung tetap berhati-hati.

Ada Goa dan Tempat Pemandian Niskala

Di antara dua air terjun kembar Tibumana, ada sebuah lubang menganga terlihat jelas di belakangnya.

Warga pun mempercayai goa tersebut adalah jalan pintas menuju Pura Goa Raja Besakih.

Namun itu hanya sebatas keyakinan.

Sampai saat ini belum ada bukti sahih yang menyatakan demikian.

Tak satupun warga yang berani memasuki goa tersebut.

"Cerita dari turun temurun memang begitu. Itu goa adalah goa menuju Pura Goa Raja yang ada di Besakih," kisah warga setempat, Wayan Midep (45) kepada Tribun Bali.

Pengunjung yang datang sebelumnya diperbolehkan mandi di air terjun Tibumana.

Namun meruak kemudian cerita bahwa, tempat tersebut adalah tempat pesiraman (pemandian) niskala.

Untuk menghormati kepercayaan itu, kini pengunjung tidak diperkenankan mandi lagi.

"Sempat dibutkan tempat untuk ganti pakaian sehabis mandi. Tapi muncul cerita bahwa di sinilah pesiraman niskala. Jadi pengunjung tidak kami ijinkan untuk mandi," tuturnya.

Jika sedang asik bermain air terlebih berfoto, lebih baik tetap waspada.

Ini karena ada bagian tebing yang rawan longsor.

Begitu juga dengan kedalaman air.

Selain itu, perbedaan warna air yang biru dan jernih bisa menjadi pembanding bahwa tibu tersebut benar-benar dalam.

Ihwal ini juga dibenarkan warga.

Mereka percaya bahwa tibu tersebut sangat dalam. (www.tribunnews.com )

  • 22 Juni 2017

Pariwisata Terkait Lainnya

Cari Pariwisata